top of page

Rasa.

Writer: Luna lara
Luna lara
Nov 16, 2021
1 min read

Binar cahaya pada netra sang tuan tak pernah gagal menggiring perasaan menggelitik, mengukir kurva samar pada roman. Ingin selalu berada dalam dekap raga, menyelami wewangian yang kini terasa familier.

Nyatanya sang puan telah jatuh hati. Namun muncul sebuah perasaan yang membelenggu, menghasut pikir tuk kembali melangkah mundur, pun perlahan binar cahaya itupun meredup, entah apa pikirnya.

Lantas sang puan kembali terdiam ditempatnya, dengan hati yang kembali tergores. Hingga pandang keduanya bertemu, seakan berkata jika semuanya kan baik-baik saja.

Jika lelah beristirahatlah sejenak, karena sang puan kan kembali melangkah maju kala jemari menjemput raga.

 
 
 

Recent Posts

See All
Pikir atau hatikah?

Samar-samar kian terasa, ada benturan dalam diri. Haruskah sang puan berlalu atau kian larut dalam rasa yang membelenggu. Pun ia tau...

 
 
 
Berlanjut atau berlalu?

Pun bukan hanya sekedar rasa, tertoreh sedikit luka. Entah apa, kelabu atau biaskah pikirmu, aku tak dapat menerka isi kepala. Saban hati...

 
 
 
Kelu kelabu.

Tiap kali baskara mengurung diri dan sang luna memendar cahaya, sebuah awan kelabu kan datang menutup kedua iris sang dara; sekon...

 
 
 

Comments


Drop Me a Line, Let Me Know What You Think

Thanks for submitting!

© 2023 by Train of Thoughts. Proudly created with Wix.com

bottom of page