Rasa.
Binar cahaya pada netra sang tuan tak pernah gagal menggiring perasaan menggelitik, mengukir kurva samar pada roman. Ingin selalu berada dalam dekap raga, menyelami wewangian yang kini terasa familier.
Nyatanya sang puan telah jatuh hati. Namun muncul sebuah perasaan yang membelenggu, menghasut pikir tuk kembali melangkah mundur, pun perlahan binar cahaya itupun meredup, entah apa pikirnya.
Lantas sang puan kembali terdiam ditempatnya, dengan hati yang kembali tergores. Hingga pandang keduanya bertemu, seakan berkata jika semuanya kan baik-baik saja.
Jika lelah beristirahatlah sejenak, karena sang puan kan kembali melangkah maju kala jemari menjemput raga.
Comments