Kelu kelabu.
Tiap kali baskara mengurung diri dan sang luna memendar cahaya, sebuah awan kelabu kan datang menutup kedua iris sang dara; sekon kemudian terdasar jika bumantara tengah menuang rintik hujan. Pun badai datang dan berkecamuk dalam benak. Apakah berhak sosok sendu mencinta ia yang dilindungi oleh sang baskara? Engkau pun sesekali menggelitik dengan kalimat yang kerap kali kau lontarkan; sang puan hanya menahan diri agar tak tenggelam dalam bualan.
Sesaat terbesit; oh duhai engkau sang mentari, aku telah menjadi bulan, apa itu saja tidak cukup? Menaruh ekspektasi bukanlah hal yang patut, hanya ingin mengalir bersama desir ombak.
Tak perlu kau hujani aku dengan kata yang tak seharusnya kau beri. Meski sang dara menggemaskan sekalipun, simpan saja itu untukmu sendiri. Karena aku kan menjadi kelu, ditutupi awan kelabu.
Comments