top of page

Badai besar yang singgah diatas kepala.

Writer: Luna lara
Luna lara
Oct 4, 2021
2 min read

Tampaknya dalam beberapa hari ini ada sebuah badai besar yang singgah diatas kepala, perasaan saya kian berkecamuk dan berlarian kesana kemari, memikirkan hal-hal yang sudah, tengah dan akan terjadi. Rasanya bak digiring oleh desir ombak secara brutal, menyisa sesak karena perlahan kehabisan oksigen. Lantas saya berpikir untuk menenangkan diri barang sejenak, juga berencana untuk kembali aktif menulis tuk menuangkan tiap-tiap resah dan gelisah, atau mungkin dikemudian hari jika ada hal baik terjadi saya juga tidak akan berpikir dua kali untuk menceritakan semuanya dalam bentuk tulisan.

Sore ini saya akhirnya pergi kesebuah kedai kopi dengan nuansa hijau; sekitar terbalut dengan pepohonan yang menjulang tinggi, juga bersanding rerumputan yang ditaburi oleh daun-daun kering berwarna coklat. Memang pada dasarnya hidup itu saling melengkapi, ada hitam juga putih, ada segar juga yang mulai layu. Saat ini saya jadi tersadar, bawasannya jika hari ini badai belum berlalu saya hanya perlu tetap mengambang karena mungkin esok hari mentari kan bersinar dengan cerahnya.

Tak berapa lama ketika menulis ini semua, saya merasa gelisah. Ternyata panggilan alam datang, kebingungan? Jelas, karena saya disini seorang diri. Sembari mencari solusi akhirnya saya melihat sekitar, ada seorang pria dengan rambut yang sekiranya dibiarkan tumbuh selama beberapa tahun. Ah saya iri, ingin rasanya kembali memiliki rambut indah juga panjang seperti itu; lalu sekon kemudian tersadar dari lamunan, bukannya tadi tengah gelisah? Betul juga. Saya berpikir untuk menitipkan barang kepada pria itu, dengan harap cemas dan juga sedikit rasa takut akhirnya saya menghampiri dirinya untuk menitipkan barang. Iya, saya kebetulan ingin pergi ke toilet dan untungnya ia setuju.

Saat kembali, saya mengucapkan rasa terimakasih. Badai yang sejak beberapa hari lalu menghantui seakan hilang dalam sekejap mata, dengan mengucap syukur saya merasa bahwa ternyata dunia masih dipenuhi dengan orang-orang baik. Maka tidak apa-apa jika hari ini kamu merasa kelelahan, beristirahatlah sejenak, lalu kita akan kembali siap tuk menjalani esok hari.

 
 
 

Recent Posts

See All
Rasa.

Binar cahaya pada netra sang tuan tak pernah gagal menggiring perasaan menggelitik, mengukir kurva samar pada roman. Ingin selalu berada...

 
 
 
Pikir atau hatikah?

Samar-samar kian terasa, ada benturan dalam diri. Haruskah sang puan berlalu atau kian larut dalam rasa yang membelenggu. Pun ia tau...

 
 
 
Berlanjut atau berlalu?

Pun bukan hanya sekedar rasa, tertoreh sedikit luka. Entah apa, kelabu atau biaskah pikirmu, aku tak dapat menerka isi kepala. Saban hati...

 
 
 

Comments


Drop Me a Line, Let Me Know What You Think

Thanks for submitting!

© 2023 by Train of Thoughts. Proudly created with Wix.com

bottom of page