Roman.
Sekalipun tak pernah terbesit dalam benak, bahwa sosok tuan kan menjadi sebuah distraksi bagi puan kala mengerjap iris, memantik kurva samar pada roman yang enggan sirna tiap kali netra jelaga berpendar. Mungkin sang puan tengah berada diambang pintu, sekiranya merasa bingung dengan rasa dan ilusi yang saban hari kian berkecamuk.
Puan dengan jenama Dara ini meyakini sebuah lelucon yang memancing gelak menjadi alasan bahwa impresi tentang pemuda satu ini terpecah belah, bukan, memang sejak awal menaruh atensi, hanya tidak ingin terjun menyelami dunianya.
Makin hari makin menarik bak magnet dan sang dara adalah remah besi. Yang kuyakini engkau adalah sosok sempurna; selalu kucari, dengan kenyataan menampar jika aku tak pernah menggubris atensimu.
Comments